Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Haii 👋 apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu! Sebelum membahas pengalaman Bahasa saya kali ini, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Nisha Putriani. Berasal dari desa Sungai Bundung, kecamatan Sungai Kunyit, kabupatennya Mempawah. Lahir pada tanggal 23 juli tahun 2000. Di Pontianak saya ngekost di jalan Gajah Mada, gang Dungun.
Sekarang saya kuliah di IAIN Pontianak, dan atas kemauan diri saya sendiri, bukan atas paksaan orang tua. Langsung saja pada pembahasan.
Pengalaman Bahasa?
Saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Pontianak, ada di antara beberapa bahasa yang tidak saya pahami atau mengerti dan tidak terdapat bahasa itu di kampung halaman saya. Bahasa apakah itu? Seperti contoh nya, saat sedang masuk kuliah terutama pada hari Rabu kemarin , untuk pertama kalinya Dosen Bahasa Inggris masuk. Pada saat Dosen itu masuk kami saling memperkenalkan diri dan namanya Bapak Sulaiman, M.pd.
Pada saat itu beliau tidak langsung membahas materi tapi hanya bercerita tentang pengalamannya selama kuliah.
Ketika itu kami di beri beberapa pertanyaan. Dari pertanyaan tersebut ada yang membuat saya bingung yaitu Apa perbedaan Bodoh, Bodobale, dan Bengak Ubi????
Dari pertanyaan tersebut saya merasa bertanya-tanya pada diri sendiri, apa itu Bengak Ubi?? Saya bertanya kepada teman saya yang berada di samping dan depan juga tidak tahu menahu apa itu Bengak Ubi??? Jujur sekali baru kali ini saya mendengar kata Bengak Ubi. Di kampung halaman saya khususnya daerah Sungai Bundung tidak ada kata-kata seperti itu. Maaf sebelumnya, baru mendengarnya saja seperti kata-kata kasar. Itulah mengapa membuat saya bingung. Dari kecil saya tidak ajarkan dengan bahasa seperti kata Bengak Ubi tersebut.
Memang benar bahasa Ibu itu tidak bisa di ubah, karena bahasa Ibu adalah pertama kali kita dengar pada saat kita lahir hingga kita menutup mata. Saat kita merantau kita bisa menggunakan bahasa daerah nya seperti di Pontianak menggunakan bahasa Melayu Pontianak yang jelas-jelas berbeda dengan bahasa Melayu Sambas karena di kampung halaman saya khususnya di daerah Sungai Bundung menggunakan bahasa Melayu Sambas saat saya di Pontianak saya harus bisa menyelesaikan bahasa saya agar orang-orang bisa mengerti karena tidak semua orang bisa berbahasa Melayu Sambas. Dan pada saat pulang ke kampung halaman saya juga harus bisa menyelesaikan bahasa saya tidak mungkin juga yang memang berasal dari desa Sungai Bundung menggunakan bahasa Melayu Pontianak. Saya juga harus bisa menghargai itu semua.
Oke sekian dulu pengalaman Bahasa saya kalau ada yang salah dari tulisan saya ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya 🙏
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Haii 👋 apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu! Sebelum membahas pengalaman Bahasa saya kali ini, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Nisha Putriani. Berasal dari desa Sungai Bundung, kecamatan Sungai Kunyit, kabupatennya Mempawah. Lahir pada tanggal 23 juli tahun 2000. Di Pontianak saya ngekost di jalan Gajah Mada, gang Dungun.
Sekarang saya kuliah di IAIN Pontianak, dan atas kemauan diri saya sendiri, bukan atas paksaan orang tua. Langsung saja pada pembahasan.
Pengalaman Bahasa?
Saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Pontianak, ada di antara beberapa bahasa yang tidak saya pahami atau mengerti dan tidak terdapat bahasa itu di kampung halaman saya. Bahasa apakah itu? Seperti contoh nya, saat sedang masuk kuliah terutama pada hari Rabu kemarin , untuk pertama kalinya Dosen Bahasa Inggris masuk. Pada saat Dosen itu masuk kami saling memperkenalkan diri dan namanya Bapak Sulaiman, M.pd.
Pada saat itu beliau tidak langsung membahas materi tapi hanya bercerita tentang pengalamannya selama kuliah.
Ketika itu kami di beri beberapa pertanyaan. Dari pertanyaan tersebut ada yang membuat saya bingung yaitu Apa perbedaan Bodoh, Bodobale, dan Bengak Ubi????
Dari pertanyaan tersebut saya merasa bertanya-tanya pada diri sendiri, apa itu Bengak Ubi?? Saya bertanya kepada teman saya yang berada di samping dan depan juga tidak tahu menahu apa itu Bengak Ubi??? Jujur sekali baru kali ini saya mendengar kata Bengak Ubi. Di kampung halaman saya khususnya daerah Sungai Bundung tidak ada kata-kata seperti itu. Maaf sebelumnya, baru mendengarnya saja seperti kata-kata kasar. Itulah mengapa membuat saya bingung. Dari kecil saya tidak ajarkan dengan bahasa seperti kata Bengak Ubi tersebut.
Memang benar bahasa Ibu itu tidak bisa di ubah, karena bahasa Ibu adalah pertama kali kita dengar pada saat kita lahir hingga kita menutup mata. Saat kita merantau kita bisa menggunakan bahasa daerah nya seperti di Pontianak menggunakan bahasa Melayu Pontianak yang jelas-jelas berbeda dengan bahasa Melayu Sambas karena di kampung halaman saya khususnya di daerah Sungai Bundung menggunakan bahasa Melayu Sambas saat saya di Pontianak saya harus bisa menyelesaikan bahasa saya agar orang-orang bisa mengerti karena tidak semua orang bisa berbahasa Melayu Sambas. Dan pada saat pulang ke kampung halaman saya juga harus bisa menyelesaikan bahasa saya tidak mungkin juga yang memang berasal dari desa Sungai Bundung menggunakan bahasa Melayu Pontianak. Saya juga harus bisa menghargai itu semua.
Oke sekian dulu pengalaman Bahasa saya kalau ada yang salah dari tulisan saya ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya 🙏
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar